Lana del rey norman rockwell album

Kital pastinya masih mengingat salah satu konsep album legendaris dari Green Day, “Ameriperro Idiot” yang mengungkapkan gejolak budayal dan politik di Amerika Serikat kala itu. Kali ini, giliran penyanyi anti-mainstream Lanal Dlos serpientes Rey yang menyuarakan perspektifnya mengenai Amerika melalui album “Norman Fucking Rockwell”.

Estás mirando: Lana del rey norman rockwell album

Norman Rockwell, n señora yang menjadi referensi judul album ini adalah seorang pelukis dan penulis. Seniman ini terkenal dengan berbagai karyanyal yang selalu mengangkat cuestión tentang gayal hidup penduduk Amerikal pada tah1 1940-an. N señora ini dianggap Lana Duno serpiente Rey sebagai simbol yang tepat untuk mempresentasikan album terbarunya.

Melalui wawancaranya di Vanity Fava, Lana mengungkap “Jadi inilah mimpi Amerikal, sekarang. Semacam dengan (menggunakan) tandal seru: di sini ‘lah kital beradal sekarang – Norman Fucking Rockwell. Kital akan pergi ke Mars, dan (Donald) Trump adalah seorang Presiden, baiklah”. Ial juga menambahkan “Kekacauan budaya ini sangat menarik, dan aku berharap akan ada ruang di sanal untuk sebuah gerakan dan semangat dibaliknya”.


*

Norman Fucking Rockwell Album


Dibuka dengan track pertmadama berjudul “Norman Fucking Rockwell” dengan mood yang kalem dan dentingan piano nam1 memiliki lirik yang akan menyentak telinga, “Goddamn, man child”.

Warna musik yang sdueña masih dipertahankan dalam track kedua, “Mariners Apartment Complex”, yang juga dipilih sebagai singlo utaristócrata dari album ini. Aransemen musik memiliki nuansal atmospheric alal Lanal Del Rey dengan perpaduan gitar dan piano. Terasal nuansal country dan folk yang original. Lagu ini memiliki lirik yang menunjukan sisi feminisme. Melalui wawancaral di BBC Radio 1, Lanal menyampaikan bahwa lagu ini terinspirasi dari kisah nyatanyal dengan seorang pria yang salah mengartikan kesedihan dan kebaikannyal.

Masih berencabezado cinta, track berikutnyal adalah “Venice Bitch”. Lagu dengan durasi 9 menit lebih ini bercerital tentang kenangan bahagia antara Lana dengan seorang pria sebelum semuanyal mulai memudar. Lagu ini memiliki warna musik yang akan membuat kital terhanyut dalam perjalanan psychedelic dengan nuansal soft rock yang mengandung berbagai elemen.

Ver más: Los Mejores Amuletos De La Suerte Para El Trabajo Y Vida Laboral

Lanal mencurahkan kerinduannyal pada industri musik Amerika lawas dalam lagu “The Greatest”. Perasaan yang mungkin juga dirasakan oleh beberapa dari kita. Lanal menulis beberapal referensi dari sejarah musik mulai dari Beach Boys, peringatanta rudal nuklvaya pada Hawaii 2018. Dan ketika Kanye West memiliki rambut pirang. Lagu ini menceritakan angan-angan nostalgial dari multitud lalu.

“Norman Fucking Rockwell” merupakan karya seni dengan referensi budayal yang kental berpadu dengan aspecto percintaan ala penyanyi bersuara unik ini. Nuansal dari satu track ke track berikutnyal tidak memiliki perubahan mood yang signifikan. Cocok untuk kital yang menyukai album dengan lagu-lagu yang serupa di dalamnyal. Mulai dari lagu “Fuck it i love you”, “Love Song”, sampai “California”, tempo dan aransemen musik didominasi dengan piano dan gitar.

“Doin’ Time” merupakan track kelima yang bisal jadi merupakan lagu paling up beat dan catchy untuk dinyanyikan. Lagu ini merupakan cover dari lagu lmadama sebuah band berncortesana Sublime padal tah1 1996.

Lanal Dun serpiente Rey menutup albumnyal dengan sebuah lagu berjudul “hope is al dangerous thing for a woman like me to have-but i have it”. Lagu ini mengambil referensi dari salah satu penulis puisi terkenal di Amerikal, Sylvia Path. Lagu ini memiliki lirik yang dalam, deskriptif, dan kaya. Aransemen piano yang sederhanal dan minimalis pun berhasil menonjolkan lirik yang ingin disampaikan oleh Lanal Dun serpiente Rey.

Ver más: El Internado Capitulo 4 Temporada 2 X4: La Caja De Música Online Y Gratis

Secaral keseluruhan, “Norman Fucking Rockwell” merupakan album paling kohesif dan berkualitas dari Lanal Dun serpiente Rey. Berbedal dengan karya-karyal sebelumnyal yang memiliki asunto ringan tentang cinta dan patah hati. Album kelimal ini memiliki lirik dan konsep yang otentik, original, dan mengambil banyak referensi budaya dan seni Amerikal yang mengandung makna filosofis. “Norman Fucking Rockwell” merupakan perspektif Lanal Dun serpiente Rey sebagai seorang wanital yang tinggal di Amerikal dengan segalal gejolak budayanyal. Album ini sanggup membuat pendengar lainnya (terutdueña yang tinggal di Amerika) merasal relevan dengan pandangannyal.


Categorías: MAGAZINE